Alangkah
hebatnya Rasulullah, karena beliau dalam berbicara selalu dengan kalimat
pendek, namun dibalik pendeknya kalimat tersebut ternyata mengandung makna yang
panjang. Misalnya hadist yang cukup singkat berikut ini yang diriwayatkan oleh
Muslim,
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan
surga bagi orang kafir."
Menurut
Al-Imam Nawawi, penjara yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah penjara
syahwat. Jadi, orang-orang mukmin di dunia ini tak bisa bebas melakukan sesuai
keinginan syahwatnya. Mereka dibatasi oleh perkara yang haram.

Tetapi
setelah di akhirat nanti, kaum mukminin akan mendapatkan surga-Nya sedangkan
orang-orang kafir akan terpenjara di neraka selamanya. Na'uzubillah.
Tak
sebatas sampai di sana, Al-Imam Ibnu Hajar juga menguraikan makna yang berbeda
tentang hadist tersebut. Yang dimaksud dunia adalah penjara itu jika
dibandingkan dengan akhirat.
Karena
orang-orang beriman akan diberikan surga yang sangat nikmat di akhirat kelak.
Dari dahsyatnya kenikmatan surga itu, maka jika dibandingkan seolah-olah
kenikmatan yang ada di dunia seperti penjara saja.
Adapun
yang dimaksud dunia adalah surga bagi orang-orang kafir itu jika dibandingkan
dengan akhirat.
Karena
orang-orang kafir akan diberikan neraka yang sangat pelik di akhirat kelak.
Dari dahsyatnya penderitaan neraka itu, maka jika dibandingkan seolah-olah
penderitaan yang ada di dunia seperti surga saja.
Alangkah
hebatnya Rasulullah, karena hadist beliau meskipun singkat bisa begitu luas
maknanya.
Hadist ini juga menunjukkan kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman. Karena Allah akan senantiasa menjaga keadaan orang beriman agar tidak berbuat berlebih-lebihan, yang menyebabkan mereka tak layak mendapat surga-Nya.
Hadist ini juga menunjukkan kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman. Karena Allah akan senantiasa menjaga keadaan orang beriman agar tidak berbuat berlebih-lebihan, yang menyebabkan mereka tak layak mendapat surga-Nya.
Sedangkan
bagi orang kafir, Allah justru membiarkan mereka semakin tenggelam dalam
kebatilan dan dibiarkan pula mereka bermain-main dengan kecurangan. Sehingga
tak tersisa sedikitpun yang membuat mereka layak mendapat surga-Nya.
Maka
tak perlu heran jika melihat kezaliman seperti dibiarkan oleh Allah. Bukan
karena mereka luput dari pengawasan Allah, melainkan karena mereka hendak
diberi sedikit lagi sisa waktu untuk bersenang. Setelah itu barulah datang hari
kemenangan yang dijanjikan Allah.
فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ
فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ
"Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam
kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada
mereka."
(Surat
Al-Ma'arij ayat 42)
Salam Hijrah.
Arafat ||
Channel Telegram
13 Syawal
1440H
No comments:
Post a Comment