Monday, June 17, 2019

KELUASAN UNGKAPAN NABI


Alangkah hebatnya Rasulullah, karena beliau dalam berbicara selalu dengan kalimat pendek, namun dibalik pendeknya kalimat tersebut ternyata mengandung makna yang panjang. Misalnya hadist yang cukup singkat berikut ini yang diriwayatkan oleh Muslim,

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir."

Menurut Al-Imam Nawawi, penjara yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah penjara syahwat. Jadi, orang-orang mukmin di dunia ini tak bisa bebas melakukan sesuai keinginan syahwatnya. Mereka dibatasi oleh perkara yang haram.
Sedangkan bagi orang kafir, tak ada penjara untuk mereka. Kaum kafir bebas melakukan yang haram, baik berupa perbuatan zalim maupun curang. Kebebasan mereka di dunia ini laksana di surga.
Tetapi setelah di akhirat nanti, kaum mukminin akan mendapatkan surga-Nya sedangkan orang-orang kafir akan terpenjara di neraka selamanya. Na'uzubillah.

Tak sebatas sampai di sana, Al-Imam Ibnu Hajar juga menguraikan makna yang berbeda tentang hadist tersebut. Yang dimaksud dunia adalah penjara itu jika dibandingkan dengan akhirat.
Karena orang-orang beriman akan diberikan surga yang sangat nikmat di akhirat kelak. Dari dahsyatnya kenikmatan surga itu, maka jika dibandingkan seolah-olah kenikmatan yang ada di dunia seperti penjara saja.

Adapun yang dimaksud dunia adalah surga bagi orang-orang kafir itu jika dibandingkan dengan akhirat.

Karena orang-orang kafir akan diberikan neraka yang sangat pelik di akhirat kelak. Dari dahsyatnya penderitaan neraka itu, maka jika dibandingkan seolah-olah penderitaan yang ada di dunia seperti surga saja.
Alangkah hebatnya Rasulullah, karena hadist beliau meskipun singkat bisa begitu luas maknanya.

Hadist ini juga menunjukkan kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman. Karena Allah akan senantiasa menjaga keadaan orang beriman agar tidak berbuat berlebih-lebihan, yang menyebabkan mereka tak layak mendapat surga-Nya.

Sedangkan bagi orang kafir, Allah justru membiarkan mereka semakin tenggelam dalam kebatilan dan dibiarkan pula mereka bermain-main dengan kecurangan. Sehingga tak tersisa sedikitpun yang membuat mereka layak mendapat surga-Nya.

Maka tak perlu heran jika melihat kezaliman seperti dibiarkan oleh Allah. Bukan karena mereka luput dari pengawasan Allah, melainkan karena mereka hendak diberi sedikit lagi sisa waktu untuk bersenang. Setelah itu barulah datang hari kemenangan yang dijanjikan Allah.

فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ
"Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka."
(Surat Al-Ma'arij ayat 42)


Salam Hijrah.
Arafat || Channel Telegram
13 Syawal 1440H

No comments:

Post a Comment